Rabu, 07 Januari 2015

Manusia dalam Pandangan Filsafat



Manusia dalam Pandangan Filsafat
Siapakah manusia? Dari mana asalnya? Di mana kedudukan dan fungsi manusia? Lalu apa tujuan manusia? Beberapa pertanyaan itu tidak akan usang dipertanyakan sepanjang jaman apabila membahas topik manusia.
Dalam ilmu mantiq (logika) manusia disebut sebagai Al-Insanu hayawanun nathiq (manusia adalah binatang yang berfikir). Nathiq sama dengan berkata-kata dan mengeluarkan pendapatnya berdasarkan pikirannya. Sebagai binatang yang berpikir manusia berbeda dengan hewan. Walau pada dasarnya fungsi tubuh dan fisiologis manusia tidak berbeda dengan hewan, namun hewan lebih mengandalkan fungsi-fungsi kebinatangannya, yaitu naluri, pola-pola tingkah laku yang khas, yang pada gilirannya fungsi kebinatangan juga ditentukan oleh struktur susunan syaraf bawaan. Semakin tinggi tingkat perkembangan binatang, semakin fleksibel pola-pola tindakannya dan semakin kurang lengkap penyesuaian struktural yang harus dilakukan pada saat lahirnya.
Pada primata yang lebih tinggi (bangsa monyet) bahkan dapat ditemukan intelegensi yaitu penggunaan pikiran guna mencapai tujuan yang diinginkan sehingga memungkinkan binatang untuk melampaui pola-pola kelakuan yang telah digariskan secara naluri. Namun setinggi-tingginya perkembangan binatang, elemen-elemen dasar eksistensinya yang tertentu masih tetap sama.
Manusia menyadari bahwa dirinya sangat berbeda dari binatang apa pun. Tetapi memahami siapa sebenarnya manusia itu bukan persoalan yang mudah. Ini terbukti dari pembahasan manusia tentang dirinya sendiri yang telah berlangsung demikian lama. Barangkali sejak manusia diberi kemampuan berpikir secara sistematik, pertanyaan tentang siapakah dirinya itu mulai timbul. Namun informasi secara tertulis tentang hal ini baru terlacak pada masa Para pemikir kuno Romawi yang konon dimulai dari Thales (abad 6 SM).

Berikut pandangan filsafat terhadap manusia dari beberapa sudut pandang yakni dari:
I         Teori descendensi, Teori ini meletakkan manusia sejajar dengan hewan berdasarkan sebab mekanis. Artinya manusia tidaklah jauh berbeda dengan hewan, dimana manusia termasuk hewan yang berfikir, melakukan segala aktivitas hidupnya, manusia juga tidak beda dengan binatang yang menyusui.
Beberapa ahli filsafat berbeda pemikiran dalam mendefinisikan manusia. Manusia adalah makhluk yang concerned (menaruh minat yang besar) terhadap hal-hal yang berhubungan dengannya, sehingga tidak ada henti-hentinya selalu bertanya dan berpikir.
Aristoteles (384-322 SM), seorang filosof besar Yunani mengemukakan bahwa manusia adalah hewan yang berakal sehat, yang mengeluarkan pendapatnya, yang berbicara berdasarkan akal-pikirannya. Juga manusia adalah hewan yang berpolitik (zoonpoliticon, political animal), hewan yang membangun masyarakat di atas famili-famili menjadi pengelompokkan yang impersonal dari pada kampung dan negara. Manusia berpolitik karena ia mempunyai bahasa yang memungkinkan ia berkomunikasi dengan yang lain. Dan didalam masyarakat manusia mengenal adanya keadilan dan tata tertib yang harus dipatuhi. Ini berbeda dengan binatang yang tidak pernah berusaha memikirkan suatu cita keadilan.
Berdasarkan Thomas Hobbes, Homo homini lupus artinya manusia yang satu serigala manusia yang lainnya (berdasarkan sifat dan tabiat) Nafsu yang paling kuat dari manusia adalah nafsu untuk mempertahankan diri, atau dengan kata lain, ketakutan akan kehilangan nyawa.
Menurut Nietsche, bahwa manusia sebagai binatang kekurangan (a shortage animal). Selain itu juga menyatakan bahwa manusia sebagai binatang yang tidak pernah selesai atau tak pernah puas ( das rucht festgestelte tier ). Artinya manusia tidak pernah merasa puas dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Menurut Julien, bahwa manusia manusia tak ada bedanya dengan hewan karena manusia merupakan suatu mesin yang terus bekerja ( de lamittezie). Artinya bahwa dari aktivitas manusia dimulai bangun tidur sampai ia tidur kembali manusia tidak berhenti untuk beraktivitas.
Menurut Ernest Haeskel, bahwa manusia merupakan (animalisme), tak ada sanksi bahwa segala hal manusia sungguh-sungguh ialah binatang beruas tulang belakang yakni hewan menyusui. Artinya bahwa tidak diragukan lagi manusia adalah sejajar dengan hewan yang menyusui.
Menurut Adi Negara bahwa alam kecil sebagian alam besar yang ada di atas bumi. Sebagian dari makhluk yang bernyawa, sebagian dari bangsa antropomoker, binatang yang menyusui, akan tetapi makhluk yang mengetahui keadaan alamnya, yang mengetahui dan dapat menguasai kekuatan alam di luar dan di dalam dirinya (lahir dan batin).
II      Metafisika, adalah teori yang memandang keberadaan sesuatu dibalik atau di belakang fisik. Dalam teori ini manusia dipandang dari dua hal yakni:
a.       Fisik, yang terdiri dari zat. Artinya bahwa manusia tercipta terdiri dari beberapa sel, yang dapat di indera dengan panca indera.
b.      Ruh, manusia identik dengan jiwa yang mencakup imajinasi, gagasan, perasaan dan penghayatan semua itu tidak dapat diindera dengan panca indera.
c.       Psikomatik, memandang manusia hanya terdiri atas jasad yang memiliki kebutuhan untuk menjaga keberlangsungannya artinya manusia memerlukan kebutuhan primer (sandang, pangan dan papan) untuk keberlangsungan hidupnya.
Manusia terdiri dari sel yang memerlukan materi cenderung bersifat duniawi yang diatur oleh nilai-nilai ekonomi (dinilai dengan harta / uang) artinya manusia memerlukan kebutuhan duniawi yang harus dipenuhi, apabila kebutuhan tersebut sudah terpenuhi maka mereka akan merasa puas terhadap pencapaiannya.
Manusia juga terdiri dari ruh yang memerlukan nilai spiritual yang diatur oleh nilai keagamaan (pahala). Dalam menjalani kehidupan duniawi manusia membutuhkan ajaran agama, melalui ceramah keagamaan untuk memenuhi kebutuhan rohaninya. Dalam hal ini manusia ingin menjadi manusia yang paling sempurna. Untuk menjadi manusia sempurna haruslah memiliki unsur-unsur sebagai berikut :

-        Rasionalitas
-        Kesadaran
-        Akal budi
-        Spiritualitas
-        Moralitas
-        Sosialitas
-        Keselarasan dengan alam

Hakikat Manusia dalam Pandangan Filsafat



Hakikat Manusia dalam Pandangan Filsafat
Ilmu yang mempelajari tentang hakikat manusia disebut antropologi filsafat. Ada 4 aliran dalam antropologi filsafat, antara lain :
1.      Aliran Serba Zat, berpendapat bahwa yang sungguh-sungguh ada itu hanyalah zat atau materi. Manusia dan alam adalah materi.
2.      Aliran Serba Ruh, berpendapat bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah ruh. Aliran ini menganggap ruh adalah hakikat, sedangkan badan hanyalah penjelmaan atau bayangan.
3.       Aliran Dualisme, berpendapat bahwa manusia terdiri dari 2 substansi yaitu jasmani ruhani.
4.      Aliran Eksistensialisme, berpendapat bahwa hakikat manusia adalah eksistensi dari manusia. Hakikat manusia adalah ruh sedangkan jasadnya hanyalah alat yang digunakan ruh saja. Tanpa kedua substansi tersebut tidak dapat dikatakan manusia. Pandangan ini akhirnya memperlihatkan keberadaan manusia secara utuh, bahwa mereka adalah pencari kebenaran.
Filsafat berpendapat bahwa hakikat manusia itu berkaitan antara badan dan roh. Islam secara tegas mengatakan bahwa badan dan roh adalah substansi alalm, sedangkan alam adalah makkhluk dan kedua di cipakan oleh Allah. Dalam hal ini dijelaska bahwa proses perkembangan dan pertumbuhan manusia menurut hokum alam materiil. menurut islam, manusia terdiri dari substansi materi dari bumi dan roh yang berasal dari tuhan. Oleh karena itu, hakikat manusia adalah roh sedngkan jasadnya hanyalah alat yang dipergunakan oleh roh semata.

1. Pandangan Ilmu Pengetahuan tentang Manusia
Aristoteles berpendapat bahwa manusia adalah hewan berakal sehat, yang mengeluarkan pendapatnya dan berbicara berdasarkan akal pikirannya. Dalam pandangan Islam, manusia adalah makhluk yang paling sempurna bila dibandingkan makhluk lain.Karena itu manusia harus menggunakan akal dan inderanya untuk memahami mana kebenaranyang sesungguhnya, atau kebenaran yang dibenarkan. Eksistensi manusia yang padat itu harus dimengerti dan dipikirkan. Manusia aalah makhluk religius, dimana manusia memperlakukan agama sebagai suatu kebenaran yang harus dipatuhi dan diyakini. Amembangun manusia yang sanggup melakukan pembangunan duniawi yang berarti bagi hidup pribadi di akhirat kelak.

2. Kepribadian Manusia dan Pendidikan
Sebelum terjadi proses pendidikan di luar dirinya, manusia cenderung beruaha melakukan pendidikan pada dirinya sendiri, dimana manusia berusahamengerti, dan mencari hakikat kepribadian tentang siapa diri mereka sebenarnya. Dalam prosesnya , peran efektif pendidikan terhadap pembinaan manusia dipengaruhi oleh lingkungan dan didukung factor pembawaan manusia sejak lahir. Secara umum, tujuan pendidikan adalah untuk membina kepribadian manusia secara sempurna. Pendidikan dianggap sebagai transfer kebudayaan, pengembangan ilmu pengetahuan.

3. Masalah Ruhani dan Jasmani
Di dalam diri manusia terdapat 6 rasa menjadi satu, yakni : intelek, agama, sosial, seni, dan harga diri / sifat keakuan. Phytagoras & Diasgenes berpendapat bahwa ruh merupakan satu unsur halus yang dapat meninggalkan badan. Jika pergi dari badan, ruh kembali kea lam yang tinggi, meluncur ke angkasa luar dan tidak mati. Meskipun setingginya ilmu manusia tidak akan pernah dapat melebihi Tuhan.

Referensi: Jalaludin dan Idi, Abdullah. 2012. “filsafat pendidikan”. Jakarta: PT RAJAGRAFINDO PERSADA

Sabtu, 27 Desember 2014

Saat Iblis Bertamu ke Rumah Allah



Saat Iblis Bertamu Ke Rumah Allah_
Siang itu, matahari terik bersinar di suatu tempat di muka bumi, tampak berjalan tenang sesosok iblis menuju rumah Tuhan. iblis kemudian duduk diantara manusia-manusia yang juga hendak menghadap Sang Maha Pencipta. tak lama kemudian, iblispun segera menyampaikan maksud dan tujuannya datang menghadap.
 Wahai Tuhan, Raja alam semesta yang menggenggam hati setiap makhluk. aku tahu dan sangat paham bahwa Engkau mengetahui apa maksud kedatanganku, tapi perkenankan aku mengutarakannya pada-Mu. aku adalah pemimpin para iblis di regional Indonesia, aku kemari hendak melaporkan kemajuan dalam menepati janji kami dahulu pada-Mu yaitu menjerumuskan manusia ke dalam neraka Jahannam untuk mendampingi kami kelak.
 Aku berterima kasih pada-Mu karena menempatkan aku di Indonesia, sebuah Negeri beroktan tinggi yang masyarakatnya sangat mudah dihasut, dijerumuskan, dan disesatkan. sebuah tempat heterogen, multi etnis, yang berpotensi besar menjadi biang konflik dalam berbagai hal.tempat inilah surgaku sebelum aku menyambut siksa-Mu kelak. Wahai Tuhan, ada beberapa hal yang aku akan laporkan pada-Mu tentang prestasiku yang mungkin tidak dicapai oleh para iblis di belahan bumi lainnya. (iblispun tersenyum "sok imut") hehehe ^_^
pertama, aku sudah berhasil memutuskan urat malu masyarakat Indonesia. mereka sekarang sudah tidak malu lagi untuk melakukan berbagai kesalahan, baik kecil maupun besar. jika di belahan bumi lain mereka yang melakukan kesalahan akan mundur dari jabatan atau posisinya dan meminta maaf, maka di sini aku mampu membuat mereka bertahan dengan berbagai alasan. bahkan, aku telah memberikan konsultasi gratis pada mereka agar mampu berargumen atas kesalahan dan gengsi meminta maaf. hihihi....
saat ini bangsa Indonesia tidak malu lagi menjadi bangsa peminta-minta, dan ini terjadi di pelbagai lapisan dan elemen masyarakat. Engkau sangat tahu wahai Tuhan, pengemis berlimpah ruah di sini, mulai dari pengemis kelas kakap sampai pengemis kelas teri, karena aku sudah tanamkan sifat malas dalam diri mereka.
 kedua, wahai Tuhan, aku sudah mampu membuat bangsa ini menjadi bangsa lembek disetiap cobaan dan bencana yang Engkau datangkan, aku membuat mereka menyalahkan -Mu atas apa yang menimpa mereka. kemudian, aku ekspos secara besar-besaran duka mereka agar mereka memiliki jiwa yang rapuh dan lemah. akhirnya Tuhan, aku senang karena berhasil membuat mereka selalu menyalahkan-Mu atas berbagai keadaan yang ada pada diri, keluarga, maupun kelompoknya tanpa pernah mau berusaha bangkit dari keterpurukan.
 ketiga, wahai Tuhan, aku telah berhasil memisahkan kehidupan dunia mereka dan kehidupan spiritualnya. ketika mereka berada di lingkungan kerja mereka berkata"ini urusan dunia, jangan bicara spiritualitas" lalu, ketika mereka berada di lingkungan peribadatan maka mereka berkata "jangan bicara masalah dunia yang kotor karena di sini tempat beribadah yang suci" hahaha....(iblis tertawa) mereka lupa bahwa seluruh kehidupan mereka di dunia adalah dalam rangka ibadah kepada-Mu.

keempat, aku sudah berhasil masuk ke setiap keluarga Indonesia. tidakkah Engkau perhatikan bahwa angka perceraian dan perselingkuhan semakin tinggi saat ini?? aku berhasil menghasut para suami dan istri untuk tidak saling setia atau membuat mereka terlihat baik di depan pasangannya padahal berbuat curang di belakangnya. aku membuat para orang tua tidak mampu mendidik anak-anaknya untuk mengenal dan dekat pada-Mu.
 kelima, aku sudah buat mereka semakin materialistis, memandang segala sesuatu hanya dari sudut pandang materi. lihatlah wahai Tuhan, para hamba-Mu yang berkeliaran di muka bumi itu. bagaiman cara mereka mendapatkan harta itu?? saling sikut, adu jotos, saling fitnah, dan tidak jarang caci maki trlontar dari mulutnya. adakah mereka santun menyambut rizki dari-Mu??
 lihatlah bagaiman para lelaki melihat wanita, tak jarang, syahwat sesaat karena fisik lebih dikedepankan daripada hati. lihatlah pula apa yang dicari oleh wanita dari seorang lelaki. (ayo...dandan yang cantik sayang, biar para lelaki terpesona melihatmu) itu jurusku andalanku dalam membisiki mereka, hehehe. wahai Tuhanku yang Maha Lembut, begitu mudahnya aku menggelincirkan mereka karna Engkau ciptakan aku mampu memberi bisikan ke hati setiap manusia.
 keenam, di pemerintahan, aku beserta tim iblis lainnya berhasil membuat para pemimpin bangsa ini egois dengan lebih mementingkan kepentingan pribadi, keluarga, atau kelompok yang mendukung tujuannya. aku buat mereka tuli disaat masyarakat perlu dukungan, dan aku buat mereka buta disaat terjadi pertikaian maupun pertentangan di tengah masyarakat.
 para tokoh bangsa dan agamapun sudah aku susupi dengan berbagai kepentingan politik sehingga masyarakat Indonesia sudah kehilangan panutan dan tempat bertanya. aku buat para pemimpin dan tokoh tak mau diingatkan atau ditegur serta lupa diri dengan jabatan dan ilmu pengetahuannya, sehingga mereka lupa bahwa mereka hanyalah hamba-Mu yang tak luput dari kesalahan
 ini yang ketujuh, wahai Tuhan, aku berhasil mengaburkan segala hal tentang agama-Mu. aku telah membuat nabi-nabi palsu di antara manusia serta membuat mereka serasa mendekat pada-Mu, padahal mereka semakin jauh dari-Mu. aku bisa membuat manusia berteriak dengan lantang menyebut dan mengagungkan nama-Mu, namun mereka merusak dan menyakiti makhluk-Mu yang lainnya,
 aku bisa membuat manusia menyerukan ajaran-Mu dan disaat lain mereka sendiri yang melanggarnya. akulah iblis wahai Tuhan.., yang telah membuat sifat manusia sama seperti sifatku, yang merasuk ke hati manusia dan membuatnya busuk, yang selalu mampu menggelincirkan hati manusia di setiap kebaikkannya, dan akulah yang membuat keadaan Indonesia ini tidak tenang apalagi nyaman dengan berbagai pertikaian dan permasalahan sosialnya.
 wahai Tuhanku, yang abadi dan tak pernah tidur. dahulu, Engkau ciptakan aku dengan kemuliaan dan Engkau tempatkan aku lebih tinggi daripada malaikat, Engkau telah janjikan neraka padaku, maka aku pastikan akan mengumpulkan sebanyak-banyakny anak cucu Adam untuk menemaniku. aku memang belum 100% berhasil karena ternyata masih banyak juga yang sangat sulit aku kendalikan,karena iman mereka terlalu kuat untuk aku goyahkan. oleh karenanya, aku akan teruskan teror di muka bumi dan tak akan pernah peduli akan kapan datangnya hari pembalasan, toh aku telah tahu kemana kelak kembaliku. (iblis masih tetap senyum) ^_^


by. Syarif Hidayat